Label:

Bapak-bapak Lebay

Gara-gara tadi coba maen Typing Speed di Facebook (dengan score 67 wpm, hehe) sy jadi teringat dengan suatu kejadian di perpustakaan USD saat semester 1 dulu...

Ceritanya waktu itu lagi deadline pengumpulan tugas ujian Writing. Sy sekelompok sama Sabina (Fafa) dan Siwi (See Why). Kami bikin narasi yang semi-novel karena ketebalannya (kami pikir ini narasi dan bukan cerpen kan, jadi panjangnya tak terbatas), dan karna itulah kami merasa bakal menjadi kelompok terakhir yang ngumpulin tugas menjelang batas waktu pengumpulan. Haha...

Kami sampai di kampus pagi-pagi jam 8 dan berencana mengetik di SAC (Self-Access Center) yang notabene fasilitasnya oke punya. Deng sedeeeng! Ternyata SAC tutup, huhu...

Sempet bingung juga, dan akhirnya karna keterbatasan waktu (harus dikumpulin jam 12 di sekretariat), kami berencana akan melanjutkan di perpus saja. Akan tetapi, Saudara Fafa tidak memakai kemeja dan sepatu (kalo gak pake gak bole masuk perpus) jadi kami mutusin untuk ngelanjutin draft-nya dulu sampe rampung.

Setelah akhirnya selese, sy dan See Why beranjak ke perpus sementara Fafa kembali ke kosnya untuk ganti. Waktu itu uda sekitar jam 10. Kami ketar-ketir lari ke perpus yang jaohnya anget-sanget...Gak lebaywati kok.

Sampe akhirnya kami tiba di Work Station dan mengantre. Heuu...Untunglah gak lama.

Nah. Setelah masing-masing dapet komputer, kami langsung cepet-cepet ambil posisi. See Why sebagai translator (dengan weapon-nya: www.sederet.com) dan sy sebagai juru ketik.

Mengingat sebentar lagi waktu keramat akan tiba, sy berjuang dengan tenaga kuda dalam menekan keyboard yang atos. Peluh sy mengucur deras seiring hantaman jemari lentik sy yang menari tak kenal keluh kesah. Saudara See Why berkobar-kobar menuturkan kata demi kata tulisan kami.

Di tengah keriuhan tersebut, datanglah seorang bapak-bapak dan menggunakan komputer di seberang kami. Entah bapak itu siapa, sy tidak kenal...

Kami pun terus berkutat dengan tugas kami, seraya menunggu Saudara Fafa yang membawa flash disc berisi salah satu part dalam tugas kami. Sy yang terus mengetik tidak sadar, mungkin jemari sy uda beroperasi jaoh lebi cepat daripada fikiran sy...Walhasil hantaman jari saya di keyboard menghasilkan suara yang liar...

Sy tak menghiraukannya dan terus mengetik, sampe akhirnya...si bapak itu "ikutan" mengetik dengan super cepat dan super keras!

Terbersit sesuatu dalam pikiran sy, mungkin saja bapak itu merasa tertantang! Dan bahwa pikiran itu kemungkinan benar, didukung kuat oleh fakta bahwa saat sy melirik ke arah bapak itu, ekspresinya begitu serius dan bersemangat!

Jahh...Jadilah sy kehilangan wangsit kecanggihan berketik. Haha...

Kemudian Fafa datang dan membantu kami menyelesaikannya. Selese sekitar jam 11 dan langsung kami print kilat, setelah itu bergegas ke sekretariat. Puji Tuhan, bisa dikumpulin dengan selamat, hehe...Oya, saat itu di depan perpus lagi banyak patung orang-orang telanjang yang badannya kepotong-potong digantung di kereta-keretaan yang panjang. Nyeremin banget...

Hmm. Kalo diinget-inget tentang kehiposan bapak-bapak itu, sy jadi berpikir...siapa tahu bapak itu juga berniat (atau berambisi) maen Typing Speed? Haha...

7 komentar
Label:

Kuliah Di Tengah Liburan

Heuu...Senen en selasa ini berasa lelah skali! Di saat sy sedang terkena sindrom bete saat PMS dan sering sensitif disebabkan pengaruh hormon, sy harus mengikuti kuliah umum di kampus Paingan (FYI, kampus sy yang di Mrican). Acara ini namanya PPKM (Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa). Hoho...

Langsung tampak senyata-nyatanya wajah para Mrican-ers yang terpukau dengan gemilang kemegahannya gedung Paingan. Bahkan di hari pertama teman sy, Monik (Money), mengajak sy dengan semangat untuk mencuba lift di sana. Sy juga semangat sih. Tapi akhirnya gak jadi naek, haha...Lalu di hari ke-2, si Fidelis (Delicious), Yeyen (Yeyenwati), dan Levyn (Levoy) berbinar-binar ingin mencuba fasilitas tersebut dengan alasan uda hari terakhir (rada lebay). Tapi akhirnya kami mengurungkan niat dan kembali berolahraga naek tangga untuk menjaga kelangsingan tubuh kami (kelas sy jauh skali bung! Lantai 4 pulaa...)

Ak dapet kelompok 22. Hari pertama bapak fasilitatornya bernama Pak Nicko. Beliau dosen akuntansi. Kemudian, kakak fasilitatornya adalah Mba Sita. Mereka berdua yang membantu kami dengan sepenuh hati (ceileee...)

Kupikir bakalan ngantuk banget, tapi ternyata asik juga, soalnya emang tema-tema psikologi gitu lah...Dan spesifiknya kami belajar tentang Seven Habits & The 8th Habit-nya Steven Covey. Tapi PPKM 1 ini berpusat pada 3 kebiasaan (dari total 8) dulu.

Okai. Hari pertama kami mendapat pelajaran tentang kebiasaan untuk proaktif. Cukup menarik. Jadi kita punya kebebasan untuk memilih, dan kita yang menentukan ke mana arah dan tujuan hidup kita, jangan sampai orang lain dan lingkungan yang menentukan. Mungkin orang lain dan lingkungan bisa saja mempengaruhi, tapi jangan sampai kita membiarkan diri kita dikendalikan oleh hal-hal tersebut.

Terus, kami juga nonton film berdurasi 42 menit (tapi karena keterbatasan waktu hanya ditayangkan 15 menit) tentang Tony Melendez. Dia seorang pemuda yang tidak memiliki tangan sejak lahir...Bisa kita bayangkan, susahnya hidup yang dia rasakan. Tapi dia tidak gentar menjalani tantangan hidupnya, bahkan mampu memberikan insipirasi dan semangat hidup bagi banyak orang, terutama saat menyaksikan ia menyanyi sambil bermain gitar dengan kedua kakinya.

Hari pertama ditutup dengan tugas refleksi diri. Tugas di masa liburan rasanya nano-nano. Huhu...

Nah. Hari ke-2 temanya juga menohok abis. Tentang mimpi sama prioritas & manajemen waktu. Dosen yang membimbing kami namany Bu Linda, mengajar Sastra Inggris. Yeyenwati heboh banget dah, bertemu dengan sang dosen, hehe...

Waktu ditanya satu-satu tentang mimpi kami, ak jawab, "Sy ingin lagu sy dinyanyikan oleh orang-orang di dunia. Terus juga main musik sambil jalan-jalan keliling dunia." Haha...Rada muluk gak yah? Tapi gak selebay temen sy Yeyen, yang pengen keliling Eropa en menikah dengan bule. Gyahaha...

Weh eh. Tapi gak salah toh, bermimpi besar? No dream too big to have, no beginning too small to do...
Mengutip lagunya Nidji ney:

mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia
pahamilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya


Dan orang-orang besar bisa berhasil karena berawal dari mimpi mereka. Tentu mereka juga sungguh-sungguh berusaha dalam melangkah untuk mencapai mimpi-mimpi itu.

Terus, tentang prioritas & manajemen waktu, ak belajar biar gak buang-buang waktu dengan percuma lagi. Terutama, gak nunda pekerjaan lah. Kaitannya erat dengan prioritas gitu, jadi mengutamakan yang penting (mendesak) dulu...Ibaratnya, kayak sebuah gelas yang berisi pasir, sejumlah kelereng, dan bola ping pong. Kalo kita pengen masukkin semuanya ke dalem gelas dengan gampang, yang pertama jelas dari bola ping pong yang paling besar, terus kelereng-kelereng yang lebih kecil, dan yang terakhir baru pasir (yang tentu bisa mengisi celah-celah di antara bola dan kelereng, kan?)

Artinya, bola itu sebagai kepentingan kita yang paling mendasar, lalu kelereng-kelereng adalah kepentingan-kepentingan lain yang mendukung, dan pasir sendiri adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting...

So far acara ini sarat informasi lah. Banyak kisah hidup yang bisa kami petik hikmahnya. Nambah wawasan dan nambah temen. Temen-temen yang gokilwati.

Ngomong-ngomong ada kejadian gokilwati juga. Waktu pada istirahat sambil nge-snack, ak sendirian ngibrit ke WC. Tak tertahankan lah. Entah dibutakan oleh mantra apah, mata sy jadi blawur saat melihat lambang gender di WC. Biasa tuh, gambar cewe pake rok en cowo pake celana. Tapi saking bruwetnya indera penglihatan sy, bisa-bisanya si cowo pake rok (loh??), jadi dengan pedenya sy masuk ke sono. Dan terkejutlah sy, saat mendengar suara pria, "Lho, kamu kok masuk WC cowo?"

Heh?!

Dengan tampang innocent sy gak percaya, "Masa' sih?" tapi akhirnya keluar juga. Si cowo ketawa abis-abisan. Dan sy baru sadar, sepertinya itu temen kelompok sy. Duh! Tapi wajah memerah sy langsung sy spidol dengan warna kuning cerah, lalu beraktivitaslah sy di tempat di mana semestinya sy berada. Untungnya, waktu kembali ke kelas, cowo itu gak nyinggung apa-apa. Haha...Bagus lah.

Hari ke-2 selesainya sore-sore gituh. Puas bener! Blenger dah...

Oya. Ak juga belajar, dalam meraih mimpi penting banget untuk menjaga relasi dengan ortu kita. Mungkin kalo kita punya sebuah dendam (yang tumbuh dari rasa sakit hati), jangan sampe membekas dalam hati kita, pasalnya itu bisa jadi bumerang yang mencelakakan kita nantinya. Seperti kisah nyata tentang seorang anak yang sebenernya sangat cerdas dan cemerlang otaknya, namun ayahnya selalu bilang kalo dia adalah anak yang bodoh. Sampe si anak dendam dengan sang ayah.

Si anak sering ikut kompetisi (tanpa sepengetahuan ayahnya) dan juara, tapi ia selalu gak pernah mengambil hadiahnya. Dan waktu menjalankan skripsi, dosen pembimbingnya begitu terkesima dan menyuruhnya untuk melanjutkan menulis semaunya saja (karna memang tulisannya sempurna). Tapii, si anak akhirnya tidak melanjutkan skripsinya. Ia meninggalkan kuliahnya begitu saja. Karna apa? Karna perasaan dendam terhadap ayahnya itu. Selain itu, ia juga membutuhkan sebuah pengakuan yang tulus dari ayahnya. Namun ia gak pernah mendapatkannya.

Akhirnya, penyesalan lah yang terjadi. Ia menuai apa yang telah ditaburnya itu...Huhu...

Tapi, hubungan mereka bisa membaik saat si anak mengirimkan sebuah SMS (yang mungkin terasa janggal oleh kita yang gak terlalu dekat dengan ayah kita) yang berisi, "Papa, aku sayang sama Papa."

Hiks...Co cweet! Sejak itu si anak dan ayahnya berdamai. Gak ada dendam-dendaman lagi!

Duh, ak kok jadi ngelantur yah ngomong-ngomong? Haha...

Moga-moga hal-hal yang kudapet tadi gak terbuang sia-sia. Mohon dukungan doanya supaya sy bisa berubah dan bisa jadi pelaku perubahan juga...Dan smoga posting-an ini juga membawa dampak positif buat kalian yang membacanya. Cap cuz!

5 komentar
Label: ,

Lip-Sync Syndrome

Sebenernya uda lamaaa banget ak kesel gara-gara hal satu ini: Lip-Sync. Lip-Sync or Lip-Synch (short for lip synchronization) is a technical term for matching lip movements with voice [sumber: Wikipedia]. Intinya, pura-pura nyanyi atau ngikutin lagu tanpa bersuara.

Okai...Dimulai dari beberapa penyanyi yang suaranya terdengar sangat bagus di hasil rekaman mereka. Akan tetapi, saat live, ketahuanlah kalau mereka gak nyanyi beneran alias lip-sync. Entah kenapa; mungkin saat itu kondisi tubuh mereka lagi gak fit, lagunya pake koreo/tarian yang njelimet, atau mungkin lagi gak siap ya kita juga gak ngerti.

Kalo dipandang dari segi entertain ajah siy mungkin masi bisa ditoleransi oleh kacamata ke-awam-an masyarakat pada umumnya...Soal gaya-gayaan di atas panggung jadi lebi safe mungkin, gak perlu cape-cape mikir dua: produksi suara dan gaya. Di sini diutamain pertunjukkan action-nya daripada performa suara. Mata lebi bermaen daripada telinga.

Akan tetapi, kalo diliat dari segi profesionalitas dan kreatifitas, atau bahkan performance, sama ajah dengan menipu. Well, sebenernya bisa ketahuan dengan mudah kok! Cermati ajah, suara si artis/band sama dengan lagu asli yang uda diperdengarkan berkali-kali. Sound-nya juga kedengeran rekaman banget kok. Atau, kadang-kadang kelihatan bibirnya gak pas sama tape yang disetel. Boring banget, lah...Bayangpun, gak ada ekspresi baru. Gak ada aransemen baru!

Jadi, what do we expect from the live show? Apakah hanya stage act? Atau, keutuhan penampilan dan suara?

Sebelum melantur lebi jauh, ak mau share sedikit. Realitanya, kita punya dua jenis penyanyi; yaitu vocalist & singer. Vocalist kalo kudefinisikan sendiri tu, mereka yang punya skill tinggi dalam bernyanyi, sebagai contoh; Mariah Carey, Celine Dion, Whitney Houston, Christina Aguilera, dkk. Pada umumnya, mereka tidak menulis lagu sendiri (composing), atau dengan kata laen, mereka tidak butuh kemampuan/keahlian lebih selaen teknik bernyanyi yang tinggi.

Nah, satunya lagi, singer. Singer di sini, tentu juga bernyanyi, tapi mereka gak punya teknik yang tinggi. Cuman mereka bisa mencipta lagu atau memainkan alat musik. Sebagai contoh, Avril Lavigne. She's made a lot of great songs, tapi maaf, saat live sering banget out of tune.

Sebenernya, kekacauan para singer tersebut bisa ditoleransi karena kemampuan lebih mereka. Contoh laennya, Kanye West. OMG, he's damn cool! Tapi, dia sering banget lip-sync. Bahkan pernah masuk ke dalam sebuah artikel yang mengatakan kalo dia gak bisa nyanyi sama skali. Yet SOME people who know about it still love watching his performances. They do know, Kanye gak bisa nyanyi, tapi mereka cinta lagu-lagu yang dia buat. And he's an awesome rapper!

Well, the other one is Alicia Keys. But she's totally different. Dia bisa bernyanyi dengan baik (recording maupun live, bahkan saat live lebi keren lagi), lagu-lagunya juga fantastis, dan pianonya luar biasa! Sebenernya, dia mungkin termasuk kategori singer, karena tekniknya tidak setinggi para vocalist di atas, tapi, she's a special woman. A superwoman! Jarang banget yang bisa seperti dia...

Yah, paling tidak, pertunjukkan lip-sync itu menurut sy sangat kurang berbobot. Pasalnya, kualitas artis/band yang sebenernya hanya bisa diketahui lewat live performance mereka. Jadi bener-bener raw, bener-bener mentah! Saat live, terkadang para artis punya kesempatan khusus untuk berkomunikasi dengan penonton lewat ornamen-ornamen baru di aransemen mereka, yang bener-bener beda dari aransemen aslinya. Dan itulah yang secara pribadi sy slalu nantikan, hehe...Kadang malah ada yang berpendapat, hasil mixing di recording menghancurkan keaslian dan gereget effect dari lagu yang dinyanyikan. Salah satu contohnya, Clay Aiken. Performa suaranya saat live jauh lebi bagus daripada kasetnya! Nah. Smoga banyak seniman yang sadar untuk membangun dan meningkatkan raw performance mereka...

9 komentar
Label:

Bayiku!

Inspired by my friends, Tyas (Bee) dan Kin kin (Kinchan), akhirny sy bikin anak. Hehe...
Sangat mudah dan praktis. Cukup dalam beberapa menit tentunya!
Caranya, hanya sign up di makemebabies.com, dan bisa dibilang just for having fun lah. Soalnya emang keakuratannya gak menjamin, hanya maen tempal tempel wajah secara random gitu lah. Hmm. Mungkin kalian bertanya-tanya, siapakah bapaknya?
Okai...Karna sy single, akhirnya pilihan jatuh pada Fitra Annisa (Feet), temen baek sy sejak SMA. Dan waktu itu ak bikin tanpa sepengetahuan dia, hehe...Dan dia wanita tulen.


Tadaaa! Inilah hasil pertama. Matanya lebam gitu...Senyumnya membuang selera.



Gyahaha...Entah kenapa bibirnya tebel sebelah.



Yang terakhir ni lumayan imut, rambut merah gitu...Pasti mengingatkan Feet pada Ron Weasley. Tapi tetep ajah bibirnya tebel sebelah.



So ndembik. Haha...

5 komentar
Label:

Setting Priority

Klo bicara tentang prioritas hidup, originally ak bakal menyusun sbb:
  1. 1. God
  2. 2. Family & Friends
  3. 3. Music
  4. 4. Romance

Mungkin ada dari kalian yang bertanya, "Kok musik nomer 3? Berarti gimana dong nasib pacarmu (besok)?"

Yep, ak termasuk orang yang mengataskan musik di atas cowo...Mungkin bisa dibilang, lebi work-oriented kale yah? Nah, nasib pacarku? Hehe...Ak juga gak berani menjamin. Yang pasti, mungkin ak bakal lebi sibuk maen musik daripada pacaran dsb. Well, kecuali kalo cowokku besok juga musisi, hehe...Hmm, tapi ak juga gak tau pasti sih, besoknya bakal kaya' gimana. Bisa aja kok, berubah. Kaya' pepatah kuno: segala sesuatu berubah...

Nah. Suatu waktu ak iseng-iseng nyoba tes yang kurang lebi gini:

Ada 5 masalah yang terjadi secara bersamaan, dan kita disuru untuk menyelesaikannya satu per satu...
  1. 1. telepon bunyi,
  2. 2. ada tamu mengetuk pintu rumah,
  3. 3. bayimu menangis,
  4. 4. jemuran di luar belum diangkat padahal mulai hujan,
  5. 5. keran air masi mengucur padahal bak mandi uda penuh.
Jadi, urutin dari pertama sampe akhir hal-hal yang bakal kita lakuin...

Kalian juga dianjurkan buat mencoba yah! Coba garap sekarang dan jangan mengintip ke bawah!

Nih, ada selingan...


Hehe...

Dan ini nih, result-nya:

Jadi, tiap nomer nunjukkin prioritas kita...
nomer 1: pekerjaan (work)
nomer 2: teman (friends)
nomer 3: keluarga (family)
nomer 4: uang (money)
nomer 5: cinta (romance)

Ohoho...

Sekarang ak mau share jawabanku!

Ak pilih: 3 - 4 - 5 - 2 - 1

Berarti, berdasarkan tes tadi, my life priority is:
  1. 1. family
  2. 2. money
  3. 3. romance
  4. 4. friends
  5. 5. work
Gyahaha...Ak geli waktu tau ada money priority di situ...Gak nyangka! Tapi kan, moso' jemuran di luar dibiarin gitu ajah? Hmm...

Setelah takpikir-pikir bener juga, kadang-kadang secara gak sadar sih ak juga mementingkan uang...Mungkin karna kantongku sering kering kale yah? Jadi, sering diet duit gitu lah...Haha.

Yah, at least itu mungkin prioritasku menurut alam bawah sadar. Beda banget sama my genuine priority di atas tadi, hoho...Mana work priority paling akhir lagi? (Mungkin gara-gara saat ini lagi males trima telpon, haha) Terus, apa yah hubungannya keran air sama romance? Apa coba? Haha...Yasud, ak trimo-trimo wae. Yang penting masi wajar, lah...

So, gimana dengan kalian??

7 komentar